62 Ribu Warga Kabupaten Madiun Mulai Menerima Bantuan Pangan Alokasi Februari dan Maret dari Pemerintah Pusat
Sebanyak 62.543 warga di Kabupaten Madiun mendapatkan Bantuan Pangan (Banpang) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Penyaluran bantuan ini berlangsung di Kantor Desa Tiron, Kecamatan Madiun, pada Kamis (30/10/2025). Setiap penerima memperoleh paket berisi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk kebutuhan selama dua bulan.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengingatkan masyarakat agar bantuan tersebut tidak diperjualbelikan karena ditujukan khusus untuk memenuhi kebutuhan pokok.
Menurutnya, setiap bulan warga menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng. Ia berharap bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Hari juga menjelaskan bahwa program ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Perum Bulog. Penetapan penerima didasarkan pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah melalui proses verifikasi oleh Kementerian Sosial serta diperbarui secara berkala setiap tiga bulan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap ketahanan pangan nasional, dengan menekankan pentingnya memastikan seluruh masyarakat Indonesia terbebas dari kelaparan.
Di sisi lain, Kepala Bulog Cabang Madiun, Agung Sarianto, mengungkapkan bahwa stok beras untuk program Banpang saat ini mencapai sekitar 66 ribu ton dan tersebar di tiga kabupaten dalam wilayah kerjanya. Ia memastikan ketersediaan beras dalam kondisi aman.
Ia juga menambahkan bahwa selain memenuhi kebutuhan di Madiun dan Ngawi, Bulog Madiun turut mendapat penugasan distribusi ke wilayah Madura dan Nusa Tenggara Timur. Kabupaten Madiun sendiri disebut sebagai salah satu daerah penyangga pangan penting di Jawa Timur.
Salah satu warga penerima bantuan, Sri Mumpuni, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia menyebut bantuan beras dan minyak goreng yang diterima secara cuma-cuma mampu mengurangi beban kebutuhan rumah tangga.
Penyaluran Banpang ini diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus menekan dampak kenaikan harga kebutuhan pokok di tengah kondisi ekonomi yang masih belum sepenuhnya stabil.